Industri Hasil Tembakau

Petani Sambut Masa Tanam Tembakau 2013

petani tembakau
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Memasuki musim kemarau yang secara umum jatuh pada bulan Mei, petani sambut masa tanam tembakau 2013. Tanaman yang dijuluki ‘emas hijau’ ini memang sangat tergantung pada keadaan iklim selama masa pertumbuhannya.

Faktor-faktor iklim yang berpengaruh antara lain curah hujan, kelembaban, penyinaran dan suhu. Di antara faktor-faktor tersebut, curah hujan merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya.

Tanaman yang berasal dari San Salvador ini terbilang unik. Bila komoditi tanaman lain kesulitan untuk tumbuh optimal pada musim kemarau, tembakau malah sebaliknya. Dengan kadar air yang semakin sedikit, malah membuat kualitas tembakau bisa mencapai puncak terbaiknya.

Selain pengaruh cuaca, untuk memperoleh produktivitas dan kualitas tembakau yang baik, diperlukan pergiliran (rotasi) tanaman dengan tujuan mencegah perkembangan penyakit. Tanaman yang dianjurkan dalam rotasi antara lain dari famili Graminase dan Leguminesa.

Selanjutnya, dalam mengolah tanah petani dapat melakukan tiga kali pencangkulan atau pembajakan dengan interval 1 sampai 2 minggu, kemudian di sekeliling perkebunan tembakau itu dibuat saluran pembuangan air.

Sekjen Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Budidoyo, memprediksikan panen tembakau tahun ini akan lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena curah hujan dan cuaca yang cukup baik. Budidoyo juga mengatakan, ada tiga hal yang menjadi dasar agar tembakau bisa laku terjual, yaitu warna, bau, dan berat.

 

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar