Industri Hasil Tembakau

Olah Raga Butuh Tembakau

Timnas-PSSI-senior
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Peraturan pemerintah yang membatasi produsen rokok menjadi sponsor olah raga merupakan kebijakan yang dapat mematikan ajang ini hingga tingkat kabupaten atau kota. Pasalnya, dunia olah raga hingga sekarang masih mengandalkan industri rokok sebagai sumber utama.

Selain mempunyai andil besar dalam menjalankan sebuah kejuaraan atau kompetisi, sponsorhip dari industri rokok juga berjasa bagi pembinaan atlet muda.

Sebelum sepakbola Indonesia terlibat kisruh internal berkepanjangan, kompetisi nasional pernah mendapat kucuran dana dari perusahaan rokok Djarum. Sejak liga tertinggi masih bernama Divisi Utama Liga Indonesia, dari tahun 2005 Djarum sudah menjadi sponsor utama. Bahkan, ketika PSSI selaku induk organisasi sepakbola tertinggi ini mengubah format liga, Djarum didaulat menjadi sponsor titel. Dari tahun 2008 hingga 2011, liga ini secara resmi dikenal sebagai Djarum Indonesia Super League.

Selain itu, Djarum juga punya sumbangan besar kepada olah raga bulutangkis. Di daerah yang sama tempat industri ini lahir, Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum dibentuk untuk mencetak juara dunia yang dibina dalam sebuah klub. Perkumpulan yang awalnya didirikan sebatas kegiatan penyalur hobi karyawan pabrik rokok ini, hingga kini banyak melahirkan atlet muda berbakat yang sering mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.

Selain itu, di cabang olah raga voli sejak tahun 2001 nama Sampoerna sangat populer membiayai invitasi bola voli nasional bahkan Asia. Namun, tahun 2011 menjadi musim terakhir Sampoerna Hijau Proliga digelar. Sampoerna mundur dari sponsor karena terkendala RPP Tembakau yang saat itu sedang diwacanakan.

Gudang Garam pun tidak ketinggalan. Industri rokok besar asal Kediri ini punya spesialisasi sponsor olah raga bidang otomotif.

Menurut Direktur Percik Indonesia, Antun Joko Susmana, selama ini praktis keberadaan industri hasil tembakau sangat membantu dalam menggerakkan sektor ekonomi lainnya.

“Terutama sebagai penggerak sektor industri kreatif dan penyelenggara event-event olah raga,” ujarnya.

Meski demikian, ia menampik tudingan bahwa keterlibatan industri rokok dalam mensponsori kegiatan olahraga sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk merokok.

“Memangnya kalau kegiatan olahraga disponsori oleh rokok, lantas semua orang akan merokok. Itu tudingan menyesatkan,” katanya

Selain dari industri rokok, bila saat ini mencari sponsor yang siap mendukung penuh kegiatan olah raga terbilang sulit.

“Selama ini kami mengetuk pintu hampir semua perusahaan besar, tetapi yang kita lihat adalah perusahaan-perusahaan rokok yang secara konkret membuka pintu dan memberi kontribusi yang signifikan dibanding perusahan-perusahan besar lain,” tutur Joko Driyono, CEO Liga Indonesia.

Joko pun menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan praktis hanya untuk mencari sumber pembiayaan dan tidak ingin mempermasalahkan isu olah raga dengan kesehatan.

“Kami sendiri awam dengan perdebatan yang ada sekarang, karena ada rokok putih, rokok kretek. Banyak isu yang muncul di sana. Oleh karenanya pendekatan kami bersifat pragmatis dengan pendekatan regulasi, bukan isu kesehatan dan olah raga.”

Mengingat sulitnya melepas ‘ketergantungan’ terhadap bantuan produsen rokok, ditambah masih minimnya perhatian dari industri lain kepada bidang olah raga, membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) meminta pemerintah harus memberikan solusi atas larangan produk rokok mensponsori kegiatan olah raga.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI, E.F Hamidy, menilai peraturan tersebut tidak dapat langsung diimplementasikan tanpa ada diskusi terlebih dulu. Tapi perlu dibicarakan dulu dengan Pengurus Besar yang identik dengan produk rokok seperti sepakbola dan bulu tangkis yang punya kontrak jangka panjang.

”Juga harus diingat sekarang sponsorship olah raga itu masih belum terlalu bergairah selain produsen rokok, jadi harus dicari solusinya,” tegasnya.

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar