Industri Hasil Tembakau

Lomba-Lomba Hari Tanpa Tembakau Disponsori Asing

rokok
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Kelompok anti-tembakau semakin hari kian gencar dalam mengampanyekan bahaya hasil olahan tembakau terutama rokok. Melalui lembaga, yayasan, dan LSM yang telah dibiayai asing, mereka berusaha meloloskan berbagai peraturan seperti seperti UU No.36 Tahun 2009, PP 109 Tahun 2012, dan puluhan perda anti-tembakau. Mereka meminta-minta untuk dibuat aturan tentang kawasan bebas rokok, mendesak pemerintah meningkatkan cukai rokok, dan mengekang promosi dan iklan rokok.

Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, kelompok anti-tembakau selain mengajak orang-orang untuk berhenti merokok, kelompok ini juga mengadakan lomba poster. Lomba ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya kepekaan dan rasa kritis terhadap segala bentuk “rayuan” industri rokok. Hasil dari pemenang lomba ini katanya akan ditampilkan di tengah-tengah kota, menggunakan media billboards yang selama ini dikuasai iklan rokok.

Pemasangan billboards tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terlebih untuk wilayah DKI. Sebagai kelompok yang memfasilitasi lomba, Komnas Perlindungan Tembakau hanyalah organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang penanggulangan masalah tembakau.  Komnas PT bukanlah organisasi profit yang telah memiliki sumber pendanaan yang jelas, yakni dari keuntungan usahanya. Lalu dapat dari mana dana tersebut?

Untuk bisa membuat lomba dan memfasilitasi karya pemenang, Komnas PT mengandalkan pemasukan dari sponsor maupun donasi pihak lain. Tidak menjadi masalah, bila dana yang didapat berasal dari individu atau kelompok yang benar-benar peduli dengan kesehatan. Tapi yang menjadi keprihatinan banyak pihak, bahwa dana itu ternyata berasal dari lembaga asing yang memiliki kepentingan tersembunyi di balik kampanye anti-tembakau.

Tujuan asing mendanai Komnas PT terlihat jelas, pertama, mematikan industri kretek dan tembakau, kedua, mengangkat industri farmasi milik asing melalui produk-produk farmasi seperti permen karet nikotin, koyok transdermal, habitrol, semprot hidung, obat hirup, dan lainnya. Ini bukti bahwa kampanye anti-tembakau sangat menguntungkan industri farmasi dan mematikan petani tembakau beserta usaha rokok nasional.

Selain itu, lomba ini merupakan upaya dari Komnas PT untuk menggalang dukungan dan sebagai pembuktian eksistensi mereka di hadapan Bloomberg Initiative selaku penyandang dana. Mudahnya, dengan semakin banyak pihak yang mendukung kelompok anti-tembakau ini, maka akan semakin besar pundi-pundi yang didapat dari pemangku kepentingan industri farmasi multinasional yaitu Michael Bloomberg.

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar