Industri Hasil Tembakau

Kontribusi Cukai Tembakau pada APBN

perkebunan tembakau
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Di tengah kecenderungan “deindustrialisasi” yang terjadi di Indonesia, industri rokok dan tembakau masih cukup kuat hingga saat ini. Keberadaan industri rokok, selain mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar, juga memberikan kontribusi yang signifikan tehadap pendapatan negara.

Melalui pembayaran cukai hasil tembakau tahun 2012, industri rokok nasional menyumbang negara sebesar Rp84,4 triliun. Untuk tahun 2013, diperkirakan target penerimaan cukai dapat menembus Rp103,73 triliun, dengan besar pertumbuhan 22,90 persen.

Jumlah tersebut belum termasuk pajak lainnya yang dibayarkan oleh perusahaan tembakau dan tenaga kerja. Itu juga belum termasuk sumbangsih industri rokok melalui dana sponsorship dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap pengembangan kebudayaan nasional, baik itu untuk memajukan sektor olahraga, pendidikan, dan seni.

Bila dibandingkan dengan pendapatan APBN dari eksploitasi tambang, kontribusi industri rokok mencapai separuh bahkan lebih dari keseluruhan penerimaan negara dari sektor yang selalu menjadi andalan investasi di Indonesia itu. Penerimaan dari sektor pertambangan tahun 2012 hanya sebesar Rp123, 59 triliun.

Pendapatan dari tambang itu dinilai tidak sebanding dengan besar lahan yang dilahap untuk menjalankan investasi tersebut. Luas lahan eksploitasi pertambangan mineral dan batubara di Indonesia diperkirakan mencapai 42 juta hektar. Sementara lahan yang diperuntukkan bagi industri tembakau hanya 198 ribu hektar. Belum lagi dengan efek yang ditimbulkan oleh ekploitasi dan eksplorasi yang kerap merusak tatanan hidup daerah sekitar.

Meski begitu, petani tembakau dan industri rokok yang sedang menghadapi tantangan besar dari gerakan anti-tembakau seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Bukannya malah diarahkan menuju tebing kehancuran melalui implementasi beragam kebijakan perundang-undangan yang tidak berpihak kepada pertanian tembakau dan industri rokok. Toh jika industri rokok kretek nasional ke depan benar-benar hancur, tidak ada jalan lagi, pemerintah harus bertanggung jawab.

Sumber gambar: Eko Susanto via Flickr

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar