Industri Hasil Tembakau

Impor Tembakau Sengsarakan Petani

petani tembakau
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Secara historis, komoditi tembakau sudah memperoleh perhatian besar sebagai komoditi ekspor sejak pemerintah Hindia Belanda. Sejarah mencatat, meski pada praktiknya banyak merugikan petani, periode tanam paksa menandai semakin meluasnya persebaran tembakau sebagai tanaman perkebunan rakyat.

Hingga kini, kebijakan penanaman tembakau tersebut terus dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia melaui perusahaan negara perkebunan. Dalam perkembangannya, perkebunan tembakau di Indonesia dimiliki dan dikelola oleh banyak petani kecil. Rata-rata mereka hanya memiiki dua hingga tiga hektar lahan tembakau.

Di tengah konsumsi rokok nasional yang meningkat dari waktu ke waktu, tidak diikuti dengan berkembangnya industri rokok yang merata. Hanya pabrik-pabrik besar yang menikmati peningkatan permintaan rokok.

Pabrik-pabrik besar, tidak terkecuali pabrik rokok asing, lebih senang menggunakan tembakau impor daripada tembakau lokal. Tembakau impor dinilai lebih bisa memenuhi standarisasi ketimbang tembakau lokal. Imbasnya, harga tembakau semakin anjlok dan petani terancam tidak bisa menanam tembakau kembali. Hal ini semakin diperparah oleh menyusutnya jumlah industri rokok skala kecil dan menengah yang merupakan tempat terakhir petani untuk menjual tembakaunya.

Menurut data APTI, impor tembakau dalam beberapa tahun terakhir selalu melonjak. Pada 2003, volume impor tembakau hanya 23 ribu ton. Sementara, pada 2011 naik menjadi 91 ribu ton dan pada 2012 impor tembakau menembus 100 ribu ton.

Dengan semakin bertambahnya impor tembakau, dipastikan akan memukul harga tembakau di kalangan petani lokal. Misal pada 2012 lalu, ketika impor tembakau cenderung meningkat, harga tembakau terkoreksi 20-35% dibandingkan 2011. Jika ingin melindungi petani tembakau, pemerintah mesti membatasi dan melarang impor tembakau.

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar