Pangan

Dari Negara-Negara Inilah Pangan yang Kita Makan

impor
Membunuh Indonesia
Ditulis oleh Membunuh Indonesia

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total impor pangan Indonesia sepanjang 2012 lalu mencapai Rp81,5 triliun. Komoditi pangan yang selalu diimpor Indonesia adalah beras, jagung, kedelai, biji gandum, tepung terigu, gula pasir, daging sapi dan ayam, garam, singkong, kentang, dan lain-lain.

Selain itu, laporan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan bahwa neraca perdagangan Indonesia khusus komoditi pertanian sejak 2006 mengalami defisit US$28,03 juta hingga sekarang mencapai US$5.509 miliar. Lebih menyakitkan lagi, Menteri Pertanian Suswono bilang kita terancam krisis pangan.

Di tengah ketidakmampuan pemerintah dalam mencukupi kebutuhan pangan rakyatnya, pihak asing mengambil keuntungan sumber devisa negaranya. Berikut negara-negara yang mendapatkan keuntungan terbesar atas kebijakan impor pangan Indonesia.

1. Australia
Sepanjang tahun 2012 kemarin, Australia menjadi negara terbesar yang mendapatkan pemasukan dari komoditi ekspornya ke Indonesia. Negeri Kangguru tersebut total menerima US$1,6 miliar. Pangan gandum menjadi penyumbang terbesar ekspor ini dengan capaian US$1,5 miliar. Selain itu, garam menyumbang US$80,9 juta; kentang hingga US$9,9 juta; gula pasir sebesar US$8 juta; dan tepung terigu mencapai US$4 juta.

2. Amerika Serikat
Negeri Paman Sam selain menguasai minyak, juga tercatat sebagai pengekspor dengan jumah pemasukan terbesar nomor dua dari Indonesia. Dari empat komoditi pangannya, Amerika mampu meraup US$1,3 miliar selama 2012 kemarin. Amerika sendiri merupakan salah satu negara produsen kedelai terbesar di dunia. Sehingga sumbangan terbesar datang dari ekspor kedelai seharga US$1,1 miliar. Diikuti ekspor biji gandum hingga US$256 juta; jagung mencapai US$15,8 juta; dan kentang seharga US$7,5 juta.

3. Vietnam
Di urutan tiga terdapat negeri tetangga yang sangat kuat dengan produksi berasnya. Tercatat 99,9 persen pangan yang diekspor ke Indonesia hanya berasal dari komoditi beras saja mencapai US$564,9 juta. Sisanya atau hanya 0,1 persen didapat dari ekspor singkong sebesar US$519 ribu. Jika diakumulasi, total pemasukan Vietnam dari kebijakan impor pangan Indonesia mencapai US$565,4 miliar.

4. India
Tahun 2012, jumlah ekspor India ke Indonesia lebih dari setengah miliar dolar Amerika. Dana itu didapat dari komoditi jagung sebanyak US$319 juta. Tercatat jumlah ekspor jagung itu menjadi yang terbesar bagi kebutuhan bahan pangan ternak ini di Indonesia. Selain itu, beras juga menyumbang hingga 122,2 juta; gandum mencapai US$34,3 juta; dan ekspor garam seharga US$25,4 juta.

5. Kanada
Posisi kelima negara dengan pemasukan ekspor terbesar ke Indonesia ditempati Kanada. Negeri di bagian utara Amerika Serikat ini mengekspor 930,6 ribu ton biji gandum ke Indonesia seharga US$389,5 juta. Disusul kentang mencapai US$5,8 juta dan kedelai sebesar US$4,6 juta.

Ketergantungan pangan dari negara-negara di atas menunjukkan bahwa Indonesia gagal mendorong kedaulatan nasional di bidang pangan. Kemudian, bila ditinjau dari kondisi global, konsumsi pangan akan cenderung meningkat di seluruh dunia. Proyeksi PBB menyebutkan populasi penduduk dunia di tahun 2050 mencapai lebih dari 9 miliar jiwa dan memerlukan tambahan pangan sebesar 70% dibandingkan sekarang.

Oleh karenanya, ketergantungan atas impor pangan sebisanya dihentikan secepat mungkin. Negara harus mengembangkan segenap potensi sumber pangan dan sekaligus meningkatkan kesadaran green economy.

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar