Lain-Lain

Pembakaran Tenda Perjuangan dan Musala Warga Tolak Semen di Rembang

tenda dibakar

Jumat 10 Februari 2017, pukul 16.00 WIB AKSI TEGAKKAN HUKUM TUTUP PABRIK SI dilakukan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Rembang selesai, dan sebagian peserta aksi pulang ke rumah masing-masing dan sebagian berjaga-jaga di tenda perjuangan.

Tiba-tiba pada pukul 19.40 WIB lampu penerangan menuju pabrik mati. Seketika itu segerombolan laki-laki, kurang lebih 70 orang, ada yang berseragam pekerja PT Semen Indonesia, memakai rompi, bersepatu boot, dan dikenali antara lain berasal dari desa Timbrangan, Tegaldowo, dan Karanganyar.

Secara bergerombol mereka memulai aksinya di dekat portal/palang tempat aksi blokir warga tolak semen, dan terdengar teriakkan “ayoooo…”Siaaap”. Lalu dengn beringas mereka mencabut dan membuang portal/palang yang dipasang warga tolak semen.

Setelah itu mereka berjalan ke arah tenda yang dibangun oleh warga PRO SEMEN, lalu merubuhkan tenda tersebut dan membakarnya.

Selanjutnya mereka berjalan menuju ke arah TENDA WARGA TOLAK SEMEN. Mereka berteriak “keluar! Keluar semua! Jangan ada yang di dalam”. Sementara di dalam tenda terdapat sejumlah ibu-ibu yang beristirahat dan berjaga-jaga. Lalu ibu-ibu keluar dan menangis. Setelah itu secara brutal menarik terpal tenda, kayu, lalu merubuhkan dan menginjak-injaknya.

Selanjutnya mereka menuju musholla yang didirikan oleh warga TOLAK PABRIK SEMEN dan secara bersama-sama mengangkat musholla, melemparkan hingga hancur dan membakarnya, beserta barang-barang di dalam musholla tersebut.

Terdengar juga kata-kata “Dasar kalian bukan manusia. Besok pasti warga Pati akan ke sini, dan akan kami hadang,” teriak mereka.

Setelah tenda dan mushola terbakar, mereka meninggalkan lokasi dengan menggunakan sepeda motor. Setidaknya, terdapat beberpa pelaku perusakan dan pembakaran dikenali identitasnya dan akan dilaporkan segera oleh JMPPK ke pihak kepolisian.

 

Sumber: omahkendeng.org

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar