Industri Hasil Tembakau

Kadar Nikotin pada Tembakau

rokok

Dalam daun tembakau mengandung zat alkaloid nikotin, sejenis neurotoxin. Dalam konsentrasi yang sangat rendah, nikotin bermanfaat untuk relaksasi otak. Oleh karena itu, rokok sering menjadi teman kala berpikir.

Kadar nikotin pada tanaman tembakau, dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu: Kadar nikotin rendah (low) < 2%; menengah (middle) 2-3%; dan tinggi (high) dengan kadar nikotin > 3%.

Kadar nikotin pada daun tembakau dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: varietas tembakau; kedudukan/posisi daun, dan teknik budidaya tanaman. Nikotin diproduksi oleh akar tembakau, kemudian ditransfer ke daun, mulai dari daun bawah hingga ke atas. Daun paling bawah (koseran) kadar nikotinnya paling tinggi, menyusul daun di atasnya yaitu daun kaki, dan daun tengah paling rendah, seterusnya daun pucuk kadar nikotinnya meninggi lagi, karena distribusi nikotin berakhir di daun pucuk.

Di samping kedudukan daun, kadar nikotin pada daun tembakau, juga sangat dipengaruhi oleh jenis/varietas. Jenis tembakau dengan kadar nikotin low, antara lain: Burley, Vike, RAM, Madura (Prancak N1 dan Prancak N2), Virginia (DB, Coker, NC, T45); kategori middle, antara lain: Madura (varietas lokal), Kasturi, Paiton, Lumajang VO; sedangkan Tembakau Jawa termasuk jenis tembakau dengan kadar nikotin tinggi (5-7%).

Sementara faktor budidaya juga dapat mempengaruhi terhadap kadar nikotin, misalnya pangkasan yang tidak tepat, dapat meningkatkan kadar nikotin pada daun, demikian juga penggunaan pupuk yang mengandung unsur Cl dan N yang terlalu tinggi, dapat meningkatkan kadar nikotin.

Nikotin bisa mematikan, kala dikonsumsi sekaligus sebanyak 60 mg nikotin. Nikotin tidak membahayakan manusia, jika tingkat konsumsinya kurang dari 5 mg per hari. Sementara nikotin yang terserap ke dalam tubuh sebesar 10% dari kandungan nikotin yang ada pada setiap batang rokok. Jika berat tembakau pada setiap batang rokok 0,75 g, dengan kandungan nikotin dalam daun tembakau 2%, maka pada batang rokok tersebut terdapat kandungan nikotin seberat 15 mg dan yang terserap tubuh 10% nya atau 1,5 mg.

Meskipun produksi rokok dalam jumlah batang setiap tahunnya meningkat tajam, tidak berarti kebutuhan bahan baku tembakau juga mengalami peningkatan, karena ukuran rokok dibuat makin kecil, sehingga bobot atau kebutuhan tembakau setiap batang rokok lebih sedikit atau menurun. Oleh karena itu total kebutuhan tembakau tidak mengalami peningkatan.

Pada saat ini komposisi produksi tembakau dengan kadar nikotin rendah/middle (2-3%) dibanding tembakau dengan kadar nikotin tinggi (7%) adalah 50:50. Sedangkan sasaran ke depan, proporsinya akan diturunkan menjadi 80:20 %. Upaya yang dilakukan melalui penyediaan benih unggul berkadar nikotin rendah dengan pembangunan kebun benih.

Guna menyiapkan benih tembakau dengan kadar nikotin low-middle, rencananya akan dikembangkan kebun benih seluas 12 ha, meliputi jenis tembakau Virginia, Paiton, Kasturi, Madura, Jawa, dan Besuki NO. Di samping itu, agar kadar nikotin dalam daun tembakau tidak tinggi, juga dilakukan teknis budidaya dengan melakukan pangkasan tepat waktu (untuk tembakau yang perlu pangkasan) dan penggunaan pupuk N sesuai dosis serta tidak boleh menggunakan pupuk yang mengandung unsur Cl.

 

Sumber foto: Pixabay

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar