Industri Hasil Tembakau

Masih Sulit Melarang Modal Asing Masuk

tembakau lokal

Pasokan tembakau untuk kebutuhan di dalam negeri sebagian masih dipasok oleh impor. Karena memang ada beberapa jenis tembakau yang tidak bisa didapatkan dari pasokan dalam negeri.

Sangat sulit untuk membatasi atau melarang modal asing untuk masuk. Karena sudah diatur dengan Undang-Undang. Kalau melarang modal asing maka akan berseberangan dengan program BKPM yang sedang giat berkampanye untuk mengundang investasi asing masuk ke Indonesia. Demikian ditegaskan Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Willem Petrus Riwu, terkait tuntutan atas pencabutan modal asing.

Willem menyampaikan bahwa sebaiknya usulan tersebut tidak berseberangan dengan semangat pemerintah di bawah pimpinan Presiden Jokowi yang sedang giat mengundang investasi untuk masuk ke Indonesia sebagai upaya meningkatkan perekonomian nasional. Ia menyatakan bahwa hal tersebut tidak sejalan dengan Undang-Undang Penanaman Modal Asing.

Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Kementerian Pertanian, Agus Wahyudi, menyatakan memang faktanya saat ini impor masih menjadi solusi untuk menutupi volume kebutuhan dalam negeri. Selain itu, Agus menyatakan bahwa impor tembakau juga dilakukan akibat adanya kebutuhan atas varian tembakau tertentu. Ada beberapa tembakau yang tidak bisa ditanam di Indonesia, untuk itu tetap perlu impor.

Agus menambahkan bahwa impor tembakau dinilai masih relevan dengan kondisi saat ini. Volume produksi tembakau lokal sekitar 200 ribu ton per tahun, sedangkan kebutuhan industri mencapai 400 ribu ton per tahun. Angka 200 ribu per tahun itu bisa naik atau pun turun, produksinya tergantung cuaca. Bila cuaca buruk, produksi tembakau lokal bisa turun dari 200 ribu ton per tahun.

Kementerian Pertanian, menurut Agus, tetap memprioritaskan petani lokal dengan cara kemitraan produksi. Kemitraan ini dilakukan pihak industri dengan petani lokal agar para petani tidak dirugikan. Dengan demikian suplai dan serapan tembakau lokal akan maksimal. Dan juga pihak industri akan diuntungkan karena ada kepastian suplai tembakau. Menurut Agus, pemerintah juga masih memiliki semangat untuk mengurangi impor dan meningkatkan kesejahteraan para petani lokal.

 

Sumber foto: Eko Susanto

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar