Pangan

Impor Jeroan Sapi Mempertaruhkan Kesehatan Masyarakat

jeroan

Pemerintah menempuh berbagai upaya untuk menekan harga daging sapi di bawah Rp 80.000/kg. Sejumlah kebijakan telah dilakukan mulai dari importasi daging sapi beku dan operasi pasar. Yang terbaru dengan membuka impor jeroan sapi yang sebelumnya dilarang masuk ke Indonesia.

Permintaan jeroan sapi menjelang Lebaran lalu memang meningkat tajam. Jeroan ini digunakan untuk berbagai olahan seperti sop, soto, semur, hingga sate. Di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, jeroan lips (bagian pipi dan bibir sapi) diimpor dari Australia dijual dengan harga Rp 60.000/kg, sementara untuk yang lokal dijual dengan harga Rp 70.000/kg. Jeroan impor bagian lips ini terlihat lebih pucat warnanya dibandingkan produk lokal.

Pemerintah memutuskan mengimpor daging sapi kategori secondary cut dan jeroan. Impor ini dilakukan dalam upaya menekan harga daging sapi dalam negeri. Padahal, Kementerian Pertanian sebelumnya telah mengeluarkan regulasi peraturan Menteri Pertanian No. 58 tahun 2015 soal pelarangan impor jeroan sapi.

Namun Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia, Joni Liano mengatakan, kebijakan impor jeroan sapi justru akan memicu kenaikan harga sapi segar di pasaran. Karena ketika jeroan sapi impor ada, akan mengakibatkan tidak lakunya jeroan sapi lokal di pasaran. Padahal, sumbangan pendapatan jeroan sapi lokal sekitar 14% bagi pedagang daging sapi.

Di negara-negara Eropa dan Australia, jeroan justru dijadikan sebagai makanan anjing dan tak layak konsumsi untuk manusia. Impor jeroan adalah bentuk kebijakan yang merendahkan martabat masyarakat dan bangsa Indonesia.

Kandungan residu hormon pada jeroan sapi membuat makanan ini sebaiknya tak dikonsumsi oleh manusia. Bukannya memberi kesehatan dan menurunkan harga, jeroan sapi justru bisa memicu kolesterol.

Masuknya jeroan impor membuat konsumsi jeroan masyarakat meningkat. Dampaknya, bisa berpengaruh pada memburuknya kesehatan masyarakat secara umum akibat mengkonsumsi jeroan.

Pemerintah seharusnya menyediakan daging sapi murah yang sehat. Bukan mengalihkan ketidakmampuannya menurunkan harga daging sapi dengan cara impor jeroan sapi. Sekali lagi kesehatan rakyat dipertaruhkan pemerintah.

Tentang Penulis

R. Geos Wirya

R. Geos Wirya

Pemerhati batuan dan pecinta sepeda.

Tinggalkan komentar