Mineral

Pengelolaan Blok Migas di Maluku Tidak Adil

migas

Maluku memiliki sumber daya alam melimpah. Potensi kekayaan migas, ikan, dan rempah bertaburan. Badan Pusat Statistik menempatkan Maluku sebagai provinsi termiskin keempat di Indonesia, 19% penduduknya berada di bawah garis kemiskinan.

Direktur Archipelago Solidarity Foundation, Engelina Pattiasina mengatakan, Maluku memiliki 25 blok migas dari kandungan laut. Mestinya kekayaan tersebut bisa memerdekakan Maluku dari kemiskinan dan mengubahnya menjadi daerah yang maju dan sejahtera.

Dari 25 blok migas, 15 blok migas telah dikuasai asing. Sisanya, sedang ditawarkan kepada investor asing. Tercatat cadangan gas terbesar di Indonesia berada di blok Pulau Masela, Maluku Tenggara Barat, sehingga dikenal sebagai blok gas abadi.

Pembantu Rektor II Universitas Pattimura, Prof. Dr. J. Martinus Saptenno mengatakan, dari sisi hukum, Maluku sangat dirugikan dan diperlakukan tidak adil dalam pengelolaan migas. Bagaimana mungkin Pemda tidak mengetahui wilayahnya memiliki blok migas dan sudah ditender. Ini tidak adil. Pemerintah harus mengubah aturan sehingga daerah tidak dirugikan.

UUD 1945 dengan jelas mengamanatkan bahwa rakyat berhak menikmati kekayaan alam yang dikandungnya. [B]

 

Sumber gambar: wikipedia

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar