Lain-Lain

Dinas Kesehatan Rame-Rame Perangi Dukun

dukun

Sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini banyak datang ke dukun beranak ketika proses persalinan. Banyak faktor penyebab masyarakat, khususnya yang tinggal di pedesaan, untuk memilih datang ke dukun ketimbang ke bidan, Puskemas, atau Rumah Sakit (RS) sekalipun. Tidak tersedianya akses pelayanan kesehatan, kemiskinan, dan kepercayaan masyarakat atas mutu tenaga medis yang buruk menjadi salah satu penyebabnya. Tak heran bila masyarakat lebih percaya dukun dan kebanyakan kaum perempuan di pedesaan lebih memilih dukun beranak sebagai penolong.

Meski banyak kalangan yang menyatakan bahwa bersalin ke dukun merupakan tindakan yang berisiko tinggi, namun kaum perempuan desa tetap saja pergi ke dukun. Karena kenyataannya, tidak banyak riwayat malpraktik oleh dukun beranak, justru lebih banyak malpraktik oleh tenaga medis. Kalangan medis selama ini hanya berkoar-koar tentang bahaya dan akibat yang ditimbulkan bila dukun melakukan kesalahan, tanpa mau melihat berapa angka malpraktik yang ditimbulkan oleh dirinya sendiri.

Mayoritas dukun memang tidak memperoleh kemampuan medis modern sebagaimana tenaga medis punya. Tapi bukan berarti dukun tidak punya kemampuan mumpuni yang sebanding dengan tenaga medis. Justru di tengah keadaan terbatas di pedesaan, kemampuan dukun lebih bagus ketimbang tenaga medis. Tenaga medis tidak bisa bekerja di tengah keterbatasan karena mengandalkan alat-alat modern dan obat-obat hasil industri. Apalagi keberadaan dukun yang dekat dengan tempat tinggal sehingga lebih mudah dipanggil kapan saja, biayanya lebih murah, dan pelayanan menyeluruh diberikan termasuk mengurus pasien pasca persalinan menjadi daya pikat dukun yang posisinya sangat penting bagi calon ibu di pedesaan. Inilah yang membuat posisi dukun jangan sampai dihilangkan.

Namun, yang terjadi selama ini adalah pemerintah dan kalangan medis hanya bisa mengajak kaum perempuan untuk bersalin di bidan atau RS tanpa pernah melihat keberadaan dukun yang jumlahnya banyak. Ini sama saja dengan pelemahan posisi dukun yang sudah banyak berjasa. Pemerintah dan kalangan medis seakan lupa atas dimensi budaya dan peran dukun yang sejak dahulu telah membantu melahirkan dan menghasilkan putra-putra bangsa. Padahal, sejak dahulu kebanyakan kaum perempuan juga mampu melahirkan dengan selamat meski tanpa bantuan medis seperti yang ada seperti sekarang.

Pemerintah harusnya merangkul dukun dan bukan melemahkan dukun. Kemudian yang terpenting adalah pemerintah harus bersedia mengembangkan kemitraan dan kerja sama antara dukun dengan bidan. Bukan malah memerangi dukun, melemahkan, dan mencitrakan negatif posisi dukun.

Tentang Penulis

Membunuh Indonesia

Membunuh Indonesia

Redaksi Membunuh Indonesia mengumpulkan, mengarsipkan, dan memproduksi konten berupa artikel, dokumen, kajian ilmiah, dan sebagainya yang berkaitan dengan topik-topik ancaman kedaulatan ekonomi politik nasional.

Tinggalkan komentar